Senin, 18 Maret 2013

SEMANTIK BAHASA INDONESIA


RELAKSI MAKNA :            POLISEMI

           Polisemi adalah sebuah kata atau satuan ujaran yang memiliki makna lebih dari satu . dalam kasus polisemi ini biasanya makna pertama adalah makna sebenarnya, makna leksikalnya, makna        denotatifnya atau makna konseptualnya. Yang lain adalah makna-makna yang dikembangkan berdasarkan salah satu komponen makna yang dimiliki kata atau satuan ujaran itu. oleh karena itu, makna-makna pada sebuah kata atau ujaran yang polisemi ini masih berkaitan satu dengan yang lain .                                                                                                         Contoh: :
         Upamakan , kata kepala yang setidaknya memiliki makna (1) bagian tubuh manusia seprti pada contah kalimat  " kepalanya luka kena pecahan kaca"(2) ketua atau pemimpin seperti
           
            Polisemi merupakan kata yang memiliki aneka makna tetapi masih berkaitan hubungan arti atau maknanya . Artinya polisemi adalah menyangkut masalah kegandaan makna . kegandaan makana itu bisa muncul dengan berbagai cara .
Pertama , kegandaan makna dalam bahasa lisan dapat diakibatkan oleh struktur fonetik kalimat karena satuan akustik tutur yang bertali adalah satuan helaan nafas. Kedua, faktor gramatikal juga bisa menjadikan kegandaan makna . ketiga , faktor leksikal , bentuknya bisa polisemi atau hononim .Polisemi jelas menunjukkan ekonomi dalam bahasa : sebuah kata bisa memuat sekian banyak makna . Polisemi adalah pemakaian bentuk bahasa seperti kata , frase dengan makna yang berbeda-beda , Misalkan sumber, asal , tempat sesuatu yang banyak .
Polisemi adalah suatu kata yang mempunyai makna  lebih dari satu.
Contoh:  
a. Saya masih punya hubungan darah dengan keluarga Bu Rani. (darah=kesaudaraan)
b. Tubuhnya berlumuran darah setelah kepalanya terbentur tiang listrik. (darah=yang berada dalam  tubuh)
Perhatikan kata darah pada kalimat a berarti keluarga (makna konotasi), sedangkan darah pada kalimat b berarti zat merah dalam tubuh kita (makna denotasi).


DAFTER PUSTAKA
Drs. Abdul Chaer , 2003. Linguistik Umum .Jakarta: PT. Rineka Cipta
Drs. Khalil Mukhtar,2006. Semantik . Cendikia Insani , Universitas Riau  Pekanbaru
Drs. Abdul Chaer ,1995 . Semantik Bahasa Indonesia , Jakarta : PT. Rineka Cipta
              Harimurti Kridalaksana . 2008 . Kamus linguistik, Jakarta: PT. Gramedia 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar